BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIAONLINE BINTANG SAMUDERA

Walking Train Sawahlunto 2026: Langkah Kaki Merawat Sejarah, KAI Divre II Sumbar Hadir

SAWAHLUNTO | Langkah kaki puluhan peserta menyusuri rel tua Sawahlunto pada Minggu, 25 Januari 2026, bukan sekadar perjalanan wisata. Ia adalah perjalanan ingatan. Melalui Walking Train Kota Tua Sawahlunto 2026: Napak Tilas Jalur Kereta Api Warisan Dunia, sejarah kembali dihidupkan—dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat hadir sebagai salah satu penjaga utamanya.

Kegiatan ini menjadi ruang temu antara masa lalu dan masa depan. Jalur kereta api yang dahulu menopang denyut industri batubara kolonial, kini menjelma menjadi kekuatan pariwisata berbasis warisan budaya. Bagi Kota Sawahlunto—yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia—Walking Train bukan sekadar event, melainkan upaya merawat identitas kota.

Inisiasi kegiatan datang dari Komunitas Pecinta Kereta Api Sumatrain, dengan dukungan penuh dari PT KAI Divre II Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam UPO, Ikatan Uda Uni Sawahlunto, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Acara ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Drs. Irzam K., MM, menandai kuatnya sinergi antara komunitas, pemerintah, dan BUMN.

Sebagai operator perkeretaapian nasional, KAI Divre II Sumatera Barat menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian sejarah perkeretaapian. Jalur Sawahlunto bukan sekadar infrastruktur lama, melainkan saksi bisu perjalanan ekonomi, sosial, dan peradaban Sumatera Barat di masa lalu.

Rangkaian Walking Train diawali dari Museum Gudang Ransum, bangunan bersejarah yang merekam kerasnya kehidupan buruh tambang. Dari sana, peserta melangkah menyusuri jejak rel menuju ikon legendaris Lokomotif Uap Mak Itam di kawasan Museum Kereta Api Sawahlunto, hingga menembus dinginnya Terowongan Lubang Kalam—jalur yang dulu menjadi urat nadi pengangkutan batubara.

Setiap titik yang dilewati menghadirkan cerita. Rel-rel tua, bantalan kayu, dan terowongan batu menjadi pengingat bahwa kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi fondasi tumbuhnya sebuah kota. Inilah nilai edukatif yang ingin dihadirkan: sejarah yang bisa disentuh, dilihat, dan dirasakan langsung.

Sekitar 70 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat turut ambil bagian. Antusiasme mereka mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata sejarah yang tidak sekadar rekreatif, tetapi juga sarat pengetahuan dan refleksi.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa keterlibatan KAI dalam Walking Train Sawahlunto 2026 melampaui dukungan seremonial. Kegiatan ini juga menjadi medium edukasi keselamatan perkeretaapian kepada publik.

“KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, andal, dan berorientasi pada pelayanan prima. Melalui Walking Train ini, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan, khususnya di sekitar jalur dan aset perkeretaapian,” ujar Reza.

Menurutnya, pelestarian aset sejarah harus berjalan beriringan dengan kesadaran akan keselamatan dan keamanan. Jalur kereta api, baik yang masih aktif maupun yang bernilai heritage, adalah bagian dari ruang publik yang perlu dijaga bersama.

Lebih jauh, KAI melihat Walking Train sebagai katalis pengembangan pariwisata lokal. Aktivitas ini berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat citra Sawahlunto sebagai destinasi wisata sejarah, sekaligus memperpanjang usia warisan perkeretaapian agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pariwisata berbasis sejarah, sambil memastikan operasional perkeretaapian tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tutup Reza Shahab.

Walking Train Sawahlunto 2026 akhirnya bukan hanya tentang berjalan di atas rel lama. Ia adalah simbol komitmen bersama: merawat warisan dunia, menjaga keselamatan, dan menatap masa depan pariwisata sejarah Sumatera Barat dengan langkah yang mantap.

TIM

Posting Komentar

0 Komentar