Padang, bisa – Dinas Pariwisata Kota Padang telah berusaha semaksimal mungkin membangun pariwisata maju lebih baik lagi dari tahun - tahun sebelumnya, memberikan citra yang baik dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke kota padang. Hal tersebut membuahkan hasil, Terbukti dengan naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kota Padang tahun 2025 ini. Walaupun sempat menghadapi tantangan akibat bencana alam pada akhir tahun kemaren, namun capaian jumlah kunjungan wisatawan serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tetap melampaui target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Padang.
Yudi Indra Sani, selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang mengatakan bahwa total kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 4,3 juta kunjungan. Peningkatan jumlah wisatawan ini secara otomatis meningkatkan juga terhadap PAD Kota Padang.
Yudi menjelaskan, retribusi yang diperoleh dari sejumlah objek wisata unggulan, seperti Gunung Padang, Lapau Panjang Cimpago (LPC), dan Youth Center, berhasil mencapai Rp922 juta. “Capaian tersebut setara dengan 153 persen dari target awal yang dibebankan kepada Dinas Pariwisata sebesar Rp600 juta,” ujar Yudi Indra Sani saat diwawancarai Tim Diskominfo Kota Padang, Senin (19/1/2026).
Tingginya tingkat kunjungan wisatawan tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan berbagai agenda dan event berskala besar sepanjang tahun 2025. Beberapa di antaranya adalah Taste of Padang Experience yang mengusung tema Road to Gastronomy City pada Agustus lalu, serta Festival Siti Nurbaya yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya yang datang dari Malaysia. terangnya
Dinas Pariwisata Kota Padang untuk tahun 2026 ini, menetapkan target yang lebih optimistis, meskipun saat ini masih berada dalam fase pemulihan pascabanjir. Target kunjungan wisatawan tahun 2026 ditetapkan sebesar 5,7 juta orang, dengan target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp900 juta. Untuk mencapai target tersebut, sejumlah strategi dan inovasi telah disiapkan.
Seperti kita siapkan program Road to Gastronomy City sebagai bagian dari upaya menjadikan Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang kuliner pada tahun 2027. Kita juga akan menghadirkan Car Free Night Kota Tua, yakni aktivasi kawasan Kota Tua setiap malam Minggu yang akan diisi dengan pertunjukan musik multi-etnis, pameran seni, serta pasar kreatif sebagai daya tarik baru bagi wisatawan.
Optimalisasi penyelenggaraan event tetap menjadi fokus utama, dengan Taste of Padang Experience kembali diandalkan sebagai magnet pariwisata utama dalam rangka peringatan hari jadi Kota Padang. “Kita berharap proses pemulihan destinasi wisata yang terdampak bencana dapat rampung dalam dua bulan ke depan, sehingga seluruh objek wisata kembali siap menyambut wisatawan,” ujar Yudi (ria)

0 Komentar